X hits on this document

96 views

0 shares

0 downloads

0 comments

11 / 29

menguntungkan bagi industri telekomunikasi dari aspek tujuan kompetisi yang sehat, promosi bisa menimbulkan penyalah gunaan informasi, dapat menimbulkan persoalan hukum tertentu satu sama lain dan juga dengan konsumen. Untuk itu,  operator seluler diharpkan untuk dapat mengungkapkan secara rasional dan transparan terhadap munculnya suatu angka atau tarif murah tertentu. Dengan demikian, sesuatu yang sekilas mudah menimbulkan pro kontra dan seakan-akan `terlalu menjanjikan` dapat diterangkan secara jelas dan obyektif.

Terkait belum adanya aturan dan etika promosi secara kolektif, maka Asosiasi Telepon Seluler Indonesia (ATSI) diminta memprakarsai penyusunannya dengan fasilitasi Ditjen Postel dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI). Terhadap konsumen atau pengguna jasa telekomunikasi seluler, seyogyanya agar bersikap kritis, baik dari aspek besaran, durasi waktu promosi, kelengkapan kata atau simbol atau kalimat yang menjadi icon atau eye-catching dalam promosi dari suatu penyelenggara telekomunikasi seluler tertentu. Seandainya menemu kenali adanya kejanggalan, pengguna jasa telekomunikasi seluler dapat langsung menyampaikan keluhannya ke call centre atau sentra layanan operator yang bersangkutan. Tetapi jika masih belum memuaskan dapat mengadukan ke Ditjen Postel maupun BRTI. Hal ini terjadi akibat gejala inkonsistensi antara tarif yang dipromosikan dan kondisi yang sesungguhnya. Regulator juga diharapkjan dapat merespon persoalan tersebut secara bijaksana demi kepentingan konsumen selaku pengguna jasa telekomunikasi seluler.

Dalam hal ini, Pemerintah dan BRTI sama sekali tidak bermaksud mempersoalkan atau menyentuh esensi kreativitas, nilai seni, dan daya tarik setiap promosi tarif yang dilakukan oleh para penyelenggara telekomunikasi seluler. Hal ini dianggap menjadi kewenangan penuh para penyelenggara telekomunikasi seluler.

Secara umum seluruh penyelenggara telekomunikasi seluler mengatakan, bahwa; meskipun komponen tarif satu sama lain cukup berbeda, namun konsistensi tersebut tetap dapat dipertanggungjawabkan. Perhitungan mengenai

Document info
Document views96
Page views96
Page last viewedWed Dec 07 22:43:20 UTC 2016
Pages29
Paragraphs196
Words6256

Comments