X hits on this document

84 views

0 shares

0 downloads

0 comments

22 / 29

saling ketergantungan antar negara dan saling keterkaitan masalah secara regional dan internasional, sehingga mendorong terbentuknya lembaga-lembaga di bidang perdagangan/ perekonomian atau blok perdagangan internasional maupun regional seperti WTO (World Trade Organizatoin), APEC (Asia Pacific Economic Cooperation), AFTA (Asean Free Trade Area), EU (European Union), NAFTA (North American Free Trade Area) dan sebagainya. Kecenderungan liberalisasi perdagangan tersebut ditandai dengan adanya perubahan menuju kesamaan “term of trade", kebijakan yang berupa hambatan perdagangan seperti subsidi input, tarif impor, pajak ekspor, kuota dan lain-lainnya yang secara bertahap akan dihapuskan.

Untuk menjaga dan melindungi kepentingan domestik dari serbuan masuknya barang dalam hal ini produk aptel impor , kini banyak negara menggunakan instrumen non-tarif, antara lain dengan pemberlakuan standar dan penilaian kesesuaian. Oleh karenanya, peran standar dan penilaian kesesuaian kini menjadi semakin besar dalam kegiatan perdagangan internasional. Hal ini ditandai dengan meningkatnya kegiatan standar dan penilaian kesesuaian di berbagai blok perdagangan regional maupun internasional, seperti ACCSQ (Asean Consultative Committee for Standarts and Quality) APEC - SCSC (Standards and Conformance Sub-Committee), dan ASEM-SCA (Asian European Meeting-Standads and Conformity Assessment).

Dalam hal ini, Indonesia merupakan salah satu negara yang terlibat dalam kesepakatan-kesepakatan tersebut di atas. Keterlibatan ini, membuat Indonesia mau tidak mau harus mengikuti ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam kesepakatan secara konsekwen. Hal ini berarti kebijakan perdagangan Indonesia yang mengandung unsur-unsur restriksi/proteksi harus secara berangsur dihilangkan, diganti dengan kebijakan-kebijakan yang sifatnya teknis dan didukung dengan kajian ilmiah yang bisa dipertanggung jawabkan. Keadaan ini yang mendorong meningkatnya kebutuhan penerapan standardisasi aptel di Indonesia.

Document info
Document views84
Page views84
Page last viewedSat Dec 03 03:08:33 UTC 2016
Pages29
Paragraphs196
Words6256

Comments